Membahas segala hal mengenai problem akutansi dan pembahasan untuk menemukan penyelesaiannya. materi akutansi perusahaan jasa, akutansi perusahaan dagang, Akutansi manufactur dan akutansi perpajakan, akutansi sektor publik, dll baik untuk materi siswa SMK/MA dan juga mahasiswa Akutansi.

Recent Posts

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, 21 August 2018

[scribd id=126559810 key=key-udswugw7w1b6wjpy62w mode=scroll]
Share:

Tuesday, 29 May 2018

PENYELESAIAN SOAL UAS AKUTANSI KEUANGAN 1


Oke wuzzzup guys, sang anak kampung kali ini akan berbagi dengan kalian mengenai penyelesaian dari soal tipa A dan B UAS akutansi keuangan 1 yang baru saja kita lewati. Dari kedua tipe soal ini tidak terlalu jauh berbeda bisa dibilang mirip yah hanya berbeda nominal saja.

Ada gak yang selesai semua ? gw yakin pasti ada la yakan

Kemarin aku nggak selesai semua cuma selesai 4 soal,  tapi itupun rasaku banyak salah-salah karena kurang teliti dan waktu yang terlalu singkat sementara butuh focus yang cukup lumayan tinggihhh.

Ini saya buat berdasarkan permintaan dari teman dan sekarang baru bisa saya posting, kebetulan juga lagi nggak ada kerjaan dan sedang santai :v. Untuk itu sebelumnya aku mohon maaf kepada teman-teman apabila menemukan kesalahaan jawaban atau sedikit kekeliruan agan bisa koreksi dan dm saya disini

Ole langsung saja saya akan memulai pembahasan untuk soal tipe A dulu ya lets go….
Btw kalau agan butuh soalnya baik tipe A dan B udah saya sediaan tinggal download

Nah agan silahkan download penyelesaian dari soal tipe A, hanya sedikit perbedaan dari kedua soal untuk itu disini saya hanya bahas untuk tipe A saja. mari pahami penyelesaiannya disana

Spesial thanks to Sari Ramadhani Siregar  😊

Terimkasih
Share:

Sunday, 27 May 2018

PERLAKUAN AKUTANSI TERHADAP ASET TETAP YANG RUSAK ATAU TERBAKAR


Kali ini saya menulis tentang penarikan aset tetap, tentang perlakuan akuntansi pada aset tetap yang rusak (fatal damaged) dan aset tetap yang terbakar (fire loss). Terkadang dalam sebuah usaha, ada saja kejadian kejadian yang tentunya tidak diinginkan terjadi, tidak terpikirkan bahkan tidak diduga bahwa sesuatu hal merugikan perusahaan yang tidak direncanakan bisa dialami oleh sebuah perusahaan besar maupun entitas skala kecil.

Aset tetap yang ada bisa rusak kapan saja, bisa terbakar kapan saja tanpa adanya jadwal yang jelas.

Bagaimanakah perlakuan akuntansinya ?

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab rusaknya aset tetap.

Kerusakan bisa diakibatkan kelalaian pihak perusahaan sendiri ataupun akibat force majeur.


[1] Kelalaian Pihak Perusahaan Sendiri

Kelalaian pihak internal perusahaan sendiri bisa dilakukan oleh karyawan, pemilik atau siapapun yang berada dalam lingkaran internal perusahaan.

Dari berbagai referensi, kelalaian pihak internal perusahaan ada beberapa kemungkinan dan yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut:

 

# Terjadi kesalahan instalasi

Apabila kesalahan instalasi ini terjadi, sebenarnya yang bertanggung-jawab adalah teknisinya, teknisi bisa seorang tukang pasangnya.

Apabila menggunakan jasa teknisi dari luar perusahaan (outsourching) maka tentu saja yang bertanggungjawab mengganti rugi adalah pihak yang menyediakan jasa instalasi itu jika ada perjanjian didalamnya sebelumnya.

 

# Salah Dalam Pengoperasian

Apabila kasus seperti ini yang terjadi, maka yang bertanggungjawab adalah operator dan supervisornya atau bisa juga orang dalam perusahaan.Tentu juga tergantung pada kebijakan masing masing perusahaan, bentuk tanggungjawab diwujudkan dalam penggantian kerugian aset tetap. 
              Tetapi apabila kebijakan perusahaan tidak mengharuskan adanya ganti rugi kepada operator maupuan supervisornya, ya selamatlah si operator dari tuntutan ganti rugi.Semua tergantung perusahaan masing masing, karena beda perusahaan biasanya beda kebijakan.

 

[2.] Force Majeur | kerusakan karena bencana alam

Bentuk dari Force Majeur bisa beragam. Banjir, kebakaran, gempa, bahkan badai, el nino.

Untuk melindungi aset tetapnya dari kemungkinan kerugian atas bila terjadi force majeur, perusahaan biasanya menggunakan jasa asuransi untuk meminimalisir resiko (loss coverage) kerugian.

Dan yang paling penting, semua kejadian kategori force majeur yang terjadi harus disertai oleh bukti lapor dari kepolisian.

Ok, lalu bagaimana prosedur penghapusannya?

Prosedur penghapusan sama saja prosedurnya dengan kasus kehilangan, namun akan menjadi sedikit berbeda jika setelah kerusakan ada ganti rugi ataupun diganti oleh asuransi (insurance coverage).

Contoh kasus:

PT Foraz pada tanggal  6 Juni 2014 meresmikan sekaligus memakai untuk pertama kalinya gedung ekspansi PT Foraz yang di perolehnya dengan harga perolehan senilai Rp 1.000.000.000, (1M)

Diperkirakan, gedung baru tersebut akan bertahan selama umur ekonomisnya  hingga 50 tahun lamanya.

Untuk menghitung penyusutan gedung. manajemen memutuskan untuk menggunakan metode garis lurus.

Tetapi celakanya,pada 28 agustus 2014 gedung yang baru saja diresmikan tersebut mengalami musibah kebakaran yang meludeskan hampir seluruh bagian gedung.

Beruntungnya PT foraz, gedung yang terbakar tersebut telah diasuransikan dan mendapat uang pertanggungan pada tanggal 29 Agustus sebesar Rp 800.000.000.

Langkah Pertama: Update Nilai Buku terakhir Aset Tetap Gedung

Penyusutan 6 Jan – 28 Agustus 2014:

Penyusutan = 3/12 x (Rp 1.000,000,000/50) = Rp 5.000.000

Akui penyusutan dengan jurnal:

Keterangan
Debit
Credit
Depreciation Expense
Rp 5.000.000

Acc Depreciation

Rp 5.000.000

catatan: penyusutan hanya 3 bulan (jan-agustus), karena gedung sempat dipakai selama 3 bulan

Dari penjurnalan seperti diatas maka Akumulasi penyusutan sebesar  Rp 5.000.000. Sehingga nilai buku aktiva gedung per tanggal 28 Agustus 2014 menjadi:

Nilai Perolehan - Akumulasi penyusutan aset tetap gedung 
1.000.000.000 - 5.000.000 = Rp  995.000.000



Langkah ke dua: Hapus Aset Tetap Gedung


Pada tanggal 28 Agustus 2014, Aset Tetap Gedung yang terbakar dihapus, jurnalnya:



Keterangan
Debit
Credit
Accum Deprec.            
Rp.        5,000,000

Fire Lost
Rp.    995.000.000

Aset Tetap Gedung                   

       Rp 1.000.000,000


Langkah Selanjutnya: Pengakuan Klaim Asuransi

Tanggal 29 Agustus 2014, penerimaan klaim asuransi sebesar Rp 800,000,000 jurnalnya:


Keterangan
Debit
Credit
Cash
Rp 800,000,000

Fire Lost

Rp 800,000,000


Jadi, dari penjurnalan diatas, maka kerugian akibat kebakaran gedung per tanggal 29 Agustus 2014 tinggal:

Besarnya Kerugian yaitu, Fire Lost - Klaim Asuransi
Rp 995.000.000 - Rp 800.000.000 = Rp 195.000.000


Notes:
Pada akhir periode, sama seperti aset tetap yang hilang, aset tetapnya tentu tidak kelihatan lagi pada neraca karena saldonya sudah nol.

Sedangkan kerugiannya dimasukkan ke dalam kelompok Pos Pos Luar biasa (extra ordinary items).

Dan dalam catatan laporan keuangan, harus diberikan penjelasan yang cukup mengenai penyebab terjadinya Extraordinary Items.

Dari kasus aset tetap terbakar diatas, apabila bangunan perusahaan terbakar sampai habis hingga tak tersisa, ludes, semua isi isinya seperti mesin, peralatan, inventory dan semuanya juga hangus dimakan api yang lagi marah. Mesin dan juga peralatan kantor dapat dihapus dengan cara yang sama seperti penghapusan bangunan.

Tetapi bagaimana dengan Inventorinya ?

Apakah sama caranya ?

Tidak.

Penghapusan inventori tidak sama dengan aset tetap, karena inventori itu berhubungan/terkait langsung dengan harga pokok penjualan.

Jika ada waktu luang, akan saya tulis juga.
Share:

Rekomendasi Kami

Hubungi kami

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

MoreBaru diupdate

Theme Support